Dora Sambega: “Pesan Moral Bagi Para Pemimpin”

4

Bancak mendapatkan rupa sebagai seorang kesatria bernama Jati Pitutur dalam pertunjukan Dora Sambega, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (21/10).

 

Dalam dua hari, Festival Sendratari  Antar Kabupaten dan Kota Se Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016 mementaskan lima sendratari. Festival yang digelar ke 44 ini gratis dan terbuka untuk umum. Jam 19.00 areaTaman Budaya Yogyakarta sudah dipenuhi pengunjung.

Pada tanggal 21 Oktober 2016, Kabupaten Bantul mementaskan pertunjukan berjudul “Dora Sambega”. Pertunjukan Dora Sambega berlangsung kurang lebih satu jam di dalam Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Tri Anggoro mengemas cerita Dora Sambega dibalut dengan penggunaan property yang detail dan alunan musik tradisional gending jawa.

Melalui sendratari  ini, Anggoro, selaku pelatih kontingen Kabupaten Bantul ingin memberi pesan kepada para pemimpin di Indonesia agar tidak ingkar janji kepada rakyatnya.

“Karna banyak kasus korupsi seharusnya sebagai pemimpin harus menepati janji, ga boleh ingkar janji. Pemimpin juga tidak boleh bohong. Dalam bahasa Jawa Sabda Pandeto Ratu Tan Keno Wola Wali” ujar pria kelahiran 1991 ini.

Anggoro menceritakan bahwa dalam kisah Dora Sambega terdapat sebuah kerajaan bernama kerajaan Jenggala yang dikuasai oleh raja Lembu Amiluhur. Dinasti kerajaan ini membuka sayembara bagi seluruh rakyat, bagi yang dapat menyelesaikan tantangan boleh menikah dengan Putri Kamiyoyi.

Singkat cerita, seorang buruk rupa bernama Bancak mampu menyelesaikan tantangan dan menagih janji pada sang Raja. Namun, sang raja ingkar janji karena melihat rupa Bancak dan mengusir Bancak dari kerajaan. Bancak pergi dan bertapa supaya bisa membalas dendam.

“Dewa mendengar dan mengabulkan doa Bancak dan rupa Bancak diganti menjadi seorang Ksatria dengan nama Jati Pitutur dan mendapatkan hati putri Kamiyoyi” ujar pria lulusan ISI ini.

Penonton menyaksikan Dora Sambega dengan tenang dan menikmati pertunjukan. Gema alunan music mengahiri pertunjukan Dora Sambega. Seluruh penari pemain disambut tepuk tangan riuh dari penonton.

Pementasan sendratari merupakan pentas yang menggabungkan seni tari dan seni peran. Penyampaian nilai-nilai moral dalam pertunjukan tari disalurkan melalui setiap gerakan dalam tarian. “Setiap gerakan dalam tarian ini memuat pesan, bahkan setiap property yang dipakai kami juga menyampaikan pesan” lanjutnya. Musik yang dipakai diaransemen dan disiapkan secara tradisional agar dapat menyalurkan pesan kepada penonton.

Penyampaian pesan dalam sebuah sendratari merupakan sesuatu hal yang esensial. Di temui di area TBY, Suharyatno seorang seniman yang lebih akrab di sapa Yamiek menyatakan bahwa dalam sebuah pertunjukan harus ada pesan yang disampaikan. Pesan itu diharapkan mengubah pandangan penonton kearah yang positif namun dikemas melalui seni.

“Ketika menyampaikan pesan dalam tari kuncinya pada gerakan yang bercerita. Harus ada konsepnya. Gerakan yang dipakai diperhalus dan diberi rasa dalam penyampaiannya” ujar seniman yang juga berprofesi sebagai abdi dalem kraton ini.

Menyampaikan pesan lewat seni merupakan cara yang unik. Pesan bisa disampaikan dengan cara yang sederhana namun mendalam. “Dalam penyampaian pesan lewat seni, asal kita menyampaikan dengan tulus pesan itu dapat tersalurkan secara mendalam. Tidak perlu mahal namun disampaikan sepenuh hati melalui karya” lanjutnya.  Maya Arina   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: