Masa Sulit Sang Tukang foto

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Hal ini sejalan dengan yang dialami oleh Adji Watono seorang bos biro iklan terbesar “Dwi sapta” di Infonesia . Terlahir dari keluarga yang serba kekurangan dan tak bisa mengenyam pendidikan, tidak membuat ia berhenti untuk mewujudkan mimpinya menjadi sukses dan kaya raya.

Masa-Masa Kelam

Bersekolah dengan kehidupan asrama dari tamat Sekolah Dasar sampai lulus Sekolah Menengah Atas di Surakarta membuat ia terbiasa mandiri. Sejak kecil ia hidup terpisah dari orang tua sehingga membuatnya harus memahami pasang surut kehidupan. Berjuang untuk tetap hidup ditengah keterbatasan membuat Adji menjadi orang yang tak pantang menyerah. Dengan bermodalkan uang secukupnya ia nekat terbang ke Jerman demi mewujudkan impian. Menjadi tukang foto sudah biasa dilakukan bahkan ia pernah bekerja sebagai tukang sapu. Sepulang dari Jerman, Adji mendirikan sebuah studio foto di Rawamangun, Jakarta Timur. Dari studio inilah perjalanannya dimulai, Ia berani menerima tantangan lebih besar untuk menjadi biro iklan full service. ” Saya bukan seperti orang lain yang bisa menempuh pendidikan tinggi. Saya hanya pria biasa asal Kudus yang bermimpi untuk menjadi sukses. Dan saya ingin membuktikan untuk menjadi kaya raya tidak perlu S3 ” ujar Adjidalam acara bedah buku kisah sukses tukang foto.

Hasil Tidak Mengkhianati Usaha

Perjalanan serta perjuangan yang dialami Adjipun tak sia-sia. Setelah 10 tahun berkecimpung di dunia foto dan produksi sablon ia berani untuk mendirikan Dwi Sapta sebuah biro periklanan yang telah di rintis selama 35 tahun. Biro iklannya kerap menerima berbagai penghargaan baik dari media maupun creative award. Kesuksesannya inilah yang membuat Agung Adiprasetyo seorang CEO Kompas Gramedia tertarik untuk menulis buku tentang perjalanan sosok Adji Watono. “Saya tertarik untuk menulis beliau, karena saya kagum dengan sosok-sosok orang yang tabah dan ulet serta  sukses membangun sesuatu  dari nol” ungkap Agung saat menyampaikan bedah buku Adji Watono. Selain itu kesuksesan Adji tidak lepas dari prinsip-prinsip hidup yang ia pegang teguh. (Widya Iga Kusuma)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: