Masih, Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Upayakan Suara Rakyat


 Setelah aksi demonstrasi yang diadakan Aliansi mahasiswa peduli kampus UPN Veteran Yogyakarta (9/5) silam yang tidak mendapat tanggapan. Kali ini (16/12) dengan mengusung lebih banyak peserta, para mahasiswa dari berbagai fakultas melakukan audiensi dengan pihak rektorat untuk menuntut kembali hak dan aturan yang dianggap merugikan mahasiswa. 

 Bertempat di ruang Seminar Fakultas Pertanian kampus Upn Veteran Yogyakarta, para mahasiswa mengawal peserta audiensi dari masing-masing himpunan jurusan untuk menggelar aksinya. Lebih dari poin-poin yang telah diupayakan pada mei silam, kali ini mereka berupaya lebih keras terkait perubahan status Swasta ke Negeri. Dimana banyak perubahan aturan dan hak-hak yang seharusnya mahasiswa dan dosen-dosen dapatkan.
 Tuntutan mahasiswa kali ini ialah: Transparansi dan penurunan UKT (Uang Kuliah Tunggal), tuntutan terkait fasilitas kampus yang kurang layak, transparansi keuangan pada tiap-tiap organisasi, dukung penuh dan berikan solusi terkait kegiatan kaderisasi, serta wujudkan demokratisasi kampus. Juga masalah kedudukan dosen-dosen PTY yang kini nasibnya kian dipertanyakan. Dimana tuntutan diatas ditujukan langsung kepada ibu Rektor UPN.

 Muhammad Khanif Panuntun selaku Ketua Himpunan (Kahim) Jurusan Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta menjelaskan bahwa salah satu faktor tercetusnya audiensi kali ini ialah agar batasan demokrasi mahasiswa yang kian hari kian menyusut dapat terjalin kembali seperti semula. Kebebasan untuk berorganisasipun agar dapat didukung secara penuh oleh rektorat, padahal hal ini merupakan salah satu aspek pendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan intelektual diluar kemampuan akademik. “Harusnya kita mampu menentukan kebijakan bagi mahasiswa kita sendiri, karena karakteristik mahasiswa di tiap fakultas maupun jurusan berbeda-beda, dan yang mampu memahami hanya orang-oramg di lingkup tersebut” imbuhnya.

 Selain itu, Ade Yoga selaku perwakilan audiensi dari jurusan pertanian mengungkapkan “Untuk apa kita bayar kuliah mahal-mahal apabila hak-hak kami saja tidak terpenuhi? Lihat kebun dan laboratorium kami, apakah seluruh alat praktikum tersebut dapat dikatakan layak dalam mendukung kami belajar?”. Disamping itu Yoga juga menjelaskan mengenai tunjangan dosen yang tidak dibayarkan. Di mana para dosen pernah sempat mogok kerja karena tidak jelas statusnya akibat perubahan status PTY ke PTN.

 Setelah aksi audiensi tersebut, pihak rektorat dengan perwakilan juru bicara dan Rektor sendiri, Sri Bahagiarti serta seluruh perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan, akhirnya diputuskan segera menindak lanjuti tuntutan mahasiswa dan akan dikaji ulang. “Kita harus saling bisa berempati, saya menjadi kalian, kalian menjadi saya” tambah Sri Bahagiarti. Wakil Rektor Kemahasiswaan, Singgih S. mengungkapkan “Sekarang sudah ada tuntutan terkait sistem informasi terbuka, kita akan terbuka termasuk laporan keuangan,” ujarnya. Rektor UPN sendiri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyetujui perihal perjanjian kerja tersebut saat audiensi berlangsung, serta akan membahas formulasi tuntutan mahasiswa bersama-sama perwakilan dari BEM KM pada (21/12). Tifani Octavya – 153140066

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: