Royi Ahmad: Sulap Lampu Bohlam Jadi Souvenir Menarik

(Foto lampu bohlam sudah menjadi souvenir)

Yogyakarta – Ekonomi kreatif menjadi wadah bagi para pengrajin untuk membuat karya yang unik dan menarik, Royi Ahmad salah satunya. Ia merupakan pengrajin asal Pemalang, Jawa Tengah, yang menyulap lampu bohlam menjadi souvenir sederhana.

Berangkat dari keresahan melihat tumpukan sampah lampu bohlam yang tidak terpakai, Royi mencoba untuk membuat kerajinan yang berbeda dari biasanya. Dengan keahlian yang sudah ditekuninya selama 20 tahun, Ia membuat lampu bohlam menjadi souvenir menarik yang salah satunya berbentuk angsa.

“Saya bikin kaya gini udah dari 20 tahun, cuman dari lampu bohlam yang sudah gak kepakai aja, ternyata bisa bagus kaya gini hasilnya, kemudian saya jadikan usaha aja. Usaha Souvenir,” ungkap Royi saat ditemui sedang berjualan di pasar malam sekaten, Yogyakarta, Kamis (8/12).

Royi menjual kerajinannya dengan harga sebesar Rp10.000 per biji. Harga yang sangat terjangkau, sehingga dapat dibeli oleh pembeli dari berbagai kalangan, baik menengah kebawah maupun menengah keatas. Dengan merintis usaha kerajinan yang sederhana, Royi dapat memperbaiki perekonomian keluarganya yang ada di Pemalang, Jawa Tengah.  

“Usaha sederhana saya ini Alhamdulillah bisa membantu perekonomian di rumah, bisa buat biaya anak saya sekolah juga,” ujar Royi sambil melayani pembeli.

Tasya, salah satu pengujung yang membeli souvenir milik Royi mengungkapkan ketertarikannya saat pertama kali melihat souvenir – souvenir itu sedang ditata rapi oleh Royi.

“Awalnya saya cuman liat dari jauh aja, keliatan mewah. Saya pikir karna terlihat mewah jadi harganya mahal. Saya kira kisaran harga souvenir ini Rp30.000 keatas. Saya tanya harganya, ternyata jauh dari perkiraan saya. Harganya murah. Rp10.000 udah bisa dapat yang bentuknya angsa. Saya kira tiap bentuk beda harga. Karna harga terjangkau jadi saya beli,” ungkap Tasya setelah membeli souvenir tersebut.

Tempat berjualan yang tidak menetap membuat Royi akhirnya sampai ke Yogyakarta. Royi menata dagangannya di depan pintu masuk pasar malam sekaten yang bertempat di alun – alun selatan, Yogyakarta. Tidak sedikit pengunjung yang membeli souvenir tersebut.

“Saya kemaren ada di pasar malam Purworejo, tapi disana udah selesai. Akhirnya saya ke Yogya naik bis terus buka dagangan saya disini. Sudah lumayan pembelinya walau cuman beli satu begitu, tetap bersyukur,” ungkap Royi.

Royi mengharapkan, usaha yang dirintis selama dua puluh tahun itu bisa berkembang lebih besar, bukan hanya sebagai dagangan souvenir kaki lima yang berjualan di pasar malam. Selain menjual souvenir dengan harga Rp10.000 per biji, Royi juga mengatakan, Ia menerima pesanan souvenir lampu bohlam dengan jumlah banyak.

“Saya pengennya usaha saya yang sederhana ini berkembang lebih baik dan dilirik orang – orang besar yang mampu. Sekarang sih saya sudah beberapa kali dihubungin, ada yang pesan souvenir ini dalam jumlah banyak,” ujar Royi. 

“Saya juga berharap, usaha yang udah lama ini bisa berjalan terus lah pokoknya. Biar saya bisa sekolahin anak sampai sukses,” lanjutnya. (Febrielina Done – 153140039)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: