Opini : Yang Muda Seharusnya Berkarya

Masyarakat Yogyakarta bahkan wisatawan lokal maupun luar.  Sudah tidak asing lagi dengan yang  titik nol km Yogyakarta. Ya, tempat yang wajib dikunjungi oleh setiap wisatawan jika berwisata ke kota gudeg ini.

Sebagai salah satu ruang publik, kawasan ini selalu dipadati masyarakat baik hanya untuk sekedar duduk-duduk menikmati suasana Yogya atau mengadakan pertunjukan seni. Tentu saja ruang publik ini sekaligus menjadi tempat untuk mengais rejeki. 

Ada satu hal yang sangat menarik perhatian. Melihat begitu banyak pengamen dan pengemis yang mengadu nasib dengan berbagai macam cara. Dari mulai bernyanyi yang tidak jelas sampai dengan membagikan sebuah amplop agar diisi oleh rupiah. 

mayoritas usia mereka terbilang muda dan sehat sempurna. Jika diamati mereka hanya berkeliling di kawasan titik nol saja, dan yang sangat membingungkan Ketika salah satu kumpulan pengamen berkata “kasih seikhlasnya saja mba”. Kasih seikhlasnya, tapi memaksa? Jika tidak di beri uang mereka tidak akan pergi, bahkan ada yang marah. Bayangkan jika  duduk setengah jam saja disana , berapa jumlah pengamen yang akan datang ? 

Apakah pantas mereka yang terbilang muda menerima? yang seharusnya bisa bekerja dan berkarya. Sampai kapan anak bangsa akan terus seperti ini? di tengah persaingan ekonomi yang ketat. Sungguh miris negeri ini. Widya Iga 153140072

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: