Semangat Membara Di Kampus Bela Negara

“UPN tidak sedang baik-baik saja“ ungkapan itu yang dipakai mahasiswa dalam aksi-aksinya untuk menyelamatkan kejelasan kampus bela negara ini. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, pada tahun 2014 lalu telah resmi menjadi perguruan tinggi negeri. Namun, banyak pro kontra yang ditimbulkan akibat penegerian tersebut. Hal ini membuat mahasiswa tidak tinggal diam. Berbagai aksi dilakukan dalam kurun waktu beberapa bulan. Mulai dari aksi demo pada tanggal 9 mei 2016, sampai puncaknya sehari setelah dies natalis UPN.

Dalam demo tersebut, mahasiswa menuntut audiensi kepada rektor guna berdiskusi masalah tuntutan mereka. Ada lima tuntutan mahasiswa yaitu merealisasikan laporan program kerja tahunan dan anggaran universitas, transparansi rumusan penggolongan UKT dan penyesuaian sasaran golongan UKT, segera mengesahkan ortala dan perjelas statuta, peningkatan dan revitalisasi pelayanan akademik dan non akademik serta realisasikan demokratisasi kampus.

Lagu Indonesia Raya dan sumpah mahasiswa Indonesia terdengar kuat dan lantang diucapkan oleh calon-calon penerus bangsa dalam mengawali aksi demo. Semangat mahasiswa tidak pernah padam, panas bukan penghalang. Bagi mereka tidak ada kata menyerah sebelum hak-hak mereka terpenuhi. Bahkan mereka tidak segan untuk melakukan aksi menginap agar rektor menyetujui audiensi. 

Orasi-orasi dilayangkan oleh beberapa mahasiswa. Salah satu orator adalah Yahya Krisnata, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, mengatakan bahwa persiapan demo dilakukan dari satu bulan yang lalu dan sudah melalui kajian-kajian tertentu. “ Kita tidak asal menuntut dan kita berharap audiensi berjalan lancar dan memuaskan. Jika tidak, kita akan aksi lebih keras lagi, kita akan berjuang sampai apa yang kita perjuangkan kita dapatkan” ungkap Yahya saat setelah melakukan orasi.

Perjuanganpun berbuah manis, rektor menyetujui untuk datang dalam audiensi bersama mahasiswa. Adit Ramadhan salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam aksi mengaku senang atas kemauan rektor untuk berdiskusi dengan mahasiswa. Mahasiswa memang berfungsi sebagai agen perubahan, kita tidak kenal lelah untuk mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik. “ Saya berharap hasil audiensi dengan rektor adalah hasil yang terbaik dan hak-hak mahasiswa juga terpenuhi ” tutur Adit. Widya Iga 153140072 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: