Jejawenan, Melestarikan Kebudayaan Jawa di Mall

 

jeje

Jejawenan merupakan event pelestarian budaya Jawa yang pernah berlangsung di pelataran panggung outdoor Jogja City Mall. Jejawenan digelar oleh angkatan 2013 konsentrasi Public Relation, Ilmu Komunikasi, UPN Veteran Yogyakarta.

Dimulai pada pukul 16.30, Jejawenan dibuka dengan penampilan band Dictionary dengan membawakan lagu-lagu daerah tetapi mengusung konsep modern. Selanjutnya para penonton disuguhkan penampilan seni tari melalui pertunjukan tari Klono Topeng dan tari Golek Ayun-ayun. Setiap tarian memiliki filosofi budaya tersendiri dari setiap gerakan yang ditampilkan.

Ditemui saat acara berlangsung, Deohan Arustama selaku humas Jejawenan menjelaskan bahwa event ini diadakan karena kurangnya minat anak muda kereatif yang mau peduli dan mengangkat tema budaya.

“Kami ingin mengangkat budaya supaya lebih dikenal lagi oleh anak muda dan masyarakat umum. Banyak yang masih belum mengetahui nilai-nilai budaya Jawa secara utuh terutama filosofi-filosofi yang sebenarnya bisa dijadikan pedoman hidup” ujarnya

Bekerjasama dengan beberapa seniman dan budayawan dalam kegiatan ini panitia menggelar Talk show dan pegelaran pentas Ramayana pada puncak acara.

“Kami berkerjasama dari dinas pariwisata dan budayawan-budayawan Jogja untuk pengisi acara ini. Kamipun melihat masyarakat internasional tertarik sekali dengan kebudayaan Jawa” lanjutnya.

Dalam acara ini tidak hanya pengunjung mall saja yang menikmati tetapi sekelompok besar wisatawan manca negara turut menyaksikan Jejawenan. Para pengunjung beramai-ramai mengabadikan tari-tarian dan penampilan para seniman. Hal ini menunjukkan bahwa budaya Jawa memiliki daya tarik tersendiri.

Otto Fitrianto sebagai salah satu seniman tim tari Klono Topeng dan tari Golek berharap Jejawenan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budaya Jawa.

“Anak muda sebaiknya mencari tahu apa saja sih kesenian yang kita punya? Makna dari kesenian itu apa? Dari situ akan muncul pemahaman dan rasa cinta lalu berjuang  melestarikan” terangnya.

Otto bersama tim mempersiapkan penampilan hari ini hanya dalam waktu dua hari saja. Latihan-latihan dasar sudah mereka dapatkan ketika menjalani dunia pendidikan tingkat SMA maupun ketika kuliah. Sedikitnya anak muda yang turut serta dalam melestarikan budaya Jawa menjadi suatu keprihatinan para seniman.

Sedikitnya event-event budaya yang melibatkan anak muda berpengaruh pada minimnya pengetahuan anak muda tentang budaya. Penyelenggaraan event budaya di Mall bisa menjadi terobosan pelestarian budaya. (Maya Arina/153140018)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: